[DAFTAR ISI]
--Daftar
Isi………………………………………………………………………………………………………………….……..…1
--Pengertian dan Pembahasan
Neraca Saldo……………………………………………………………..……….2
--Cara Pengisian Neraca
Saldo……………………………………………………………………………………………..3
--Neraca Saldo yang belum di Sesuaikan..………………………………………………………………..………….4
--Neraca Saldo yang sudah di
Sesuaikan………………………………………………………………………..…….5
Hal 1
NERACA SALDO
Neraca Saldo adalah suatu buku yang memiliki isi
berupa daftar yang memaparkan kumpulan saldo berasal dari data yang dimiliki
oleh setiap rekening dari pihak- pihak terkait.
Neraca saldo biasanya memiliki beberapa kolom utama yang
digunakan dalam melakukan sautu pendataan.
Kolom – kolom tersebut antara lain kolom neraca itu sendiri,
kolom harga pokok produksi, kolom perkiraan besar kecilnya keuntungan atau kerugian
dari suatu transaksi dan kolom pembelian serta penjualan.
Neraca Saldo pada umumnya dikeluarkan pada saat periode akhir
untuk digunakan sebagai bahan evaluasi. Hal tersebut karena neraca ini akan
menunjukan kesetabilan perekonomian yang didapat melalui suatu aktivitas
ekonomi yang dijalankan selama prosesnya.
Neraca Saldo berfungsi untuk mendeteksi setiap
kesalahan matematika yang telah terjadi dalam sistem akuntansi double-entry
yaitu pembukuan berpasangan.
Dalam neraca jika disediakan dan terdapat total debit sama
dengan total kredit yang dipaparkan secara jelas maka dapat dikatakan bahwa
neraca saldo dianggap seimbang serta tidak boleh ada kesalahan matematika yang
ditemui dalam buku besar akutansi pihak tersebut.
Namun, ini tidak berarti tidak ada kesalahan dalam sistem
akuntansi perusahaan. Sebagai contoh, transaksi diklasifikasikan tidak benar
atau mereka hanya hilang dari sistem masih bisa ada kemungkinan kesalahan
akuntansi yaitu berupa materi yang tidak akan terdeteksi oleh prosedur neraca
saldo.
Neraca saldo juga dapat berupa sebuah worksheet
pembukuan di mana saldo semua buku besar yang dikompilasi ke dalam kolom debit
dan kredit. Sebuah perusahaan menyiapkan neraca saldo secara berkala, biasanya
pada akhir setiap periode pelaporan. Tujuan umum menghasilkan neraca saldo
adalah untuk memastikan entri dalam sistem pembukuan perusahaan secara
matematis dan benar. Neraca saldo biasanya disiapkan oleh pemegang buku atau
akuntan yang telah menggunakan daybooks atau buku harian akutansinya untuk
mencatat transaksi keuangan dan kemudian mempostingnya ke buku besar nominal
dan buku besar pribadi. Neraca saldo adalah bagian dari sistem pembukuan
double-entry dan menggunakan format account ‘T’ klasik untuk menyajikan
nilai-nilai yang didapat melalui segala aktifitas ekonomi yang berupa transaksi
debit dan kredit.
Hal 2
Cara Pengisian Neraca Saldo
Untuk mempermudah cara pengisian
Neraca Saldo, Perhatikan Panduan Pengisian Berikut.
1. Kolom Nomor
Kolom Nomor ini diisi dengan nomor urut
perkiraan atau nomor perkiraan itu sendiri
Misalnya: 11,12,..,31,.., dan seterusnya.
2.
Kolom Nama Perkiraan
Kolom ini Sesuai dengan nama perkiraan
dalam bentuk buku besar yang dipergunakan pada periode
tersebut, misalnya Kas, Piutang Dagang,
Utang Dagang, dan Modal Permilik.
3.
Kolom Debet dan Kredit
Kolom ini diisi dengan saldo perkiraan
dalam buku besar. Caranya hanya memindahkan saldo
masing-masing perkiraan dari buku besar
yang sudah dibuat, saldo debet masuk ke kolom Debet dan
saldo kerdit masuk ke kolom Kredit.
Setelah semua saldo perkiraan dikumpulkan, kemudian
di jumlahkan untuk masing-masing kolom
Debet dan Kredit. Jika jumlah kolom Debet sama dengan
Kredit, berarti ada kemungkinan proses
yang telah di lakukan sudah benar. Dikatakan ada
kemungkinan karena seimbangnya jumlah
Debet dan Kredit belum menjamin kebenaran pencatatan
yang telah dilakukan. Bisa saja
kesalahan dalam memasukan angka transaksi ke perkiraan lain waktu
menjurnal, misalnya: Tanggal 31 Desember
2003 dibayar Gaji Karyawan Rp. 6.500.000,00-.
Hal
3
Berikut ini Neraca Saldo “PD PELANGI JAYA” per 31 Desember
2003 yang belum di sesuaikan.
21. KAS Rp.
6.700.000,00-
22. Piutang
Rp. 10.200.000,00-
23. Cadangan Kerugian
Piutang
Rp. 9.200.000,00-
24. Persediaan
Barang Dagangan
Rp. 14.430.000,00-
25. Asuransi
Dibayar Dimuka
Rp. 550.000,00-
26. Peralatan
Kantor Rp.
12.500.000,00-
27. Akum.
Peny. Peralatan Kantor
Rp. 2.250.000,00-
36. Utang
Dagang Rp.
5.600.000,00-
37. Wesel
Bayar
Rp. 1.820.000,00-
41. Prive Adri
Rp.
3.250.000,00-
46. Penjualan
Rp. 47.208.000,00-
56. Pembelian Rp.
11.948.000,00-
57. Beban Gaji
Rp. 6.500.000,00-
[DIMINTA]
1. Susunlah Neraca Saldo per 31 Desember 2003!
Hal 4
Berikut ini Neraca Saldo “PD PELANGI JAYA” per 31 Desember 2003 yang sudah
disesuaikan.
PD PELANGI JAYA
Neraca
Saldo
Per
31 Desember 2003
Nomor
|
Perkiraan
|
DEBET
|
KREDIT
|
21
|
KAS
|
Rp.6.700.000,00-
|
-
|
22
|
Piutang
|
Rp. 10.200.000,00-
|
-
|
23
|
Cadangan Kerugian Piutang
|
-
|
Rp.9.200.000,00-
|
24
|
Persediaan Barang Dagangan
|
Rp. 14.430.000,00-
|
-
|
25
|
Asuransi dibayar dimuka
|
Rp. 550.000,00-
|
-
|
26
|
Peralatan Kantor
|
Rp. 12.500.000,00-
|
-
|
27
|
Akum. Peny. Peralatan Kantor
|
-
|
Rp. 2.250.000,00-
|
36
|
Utang Dagang
|
-
|
Rp. 5.600.000,00-
|
37
|
Wesel Bayar
|
-
|
Rp. 1.820.000,00-
|
41
|
Prive Adri
|
Rp. 3.250.000,00-
|
-
|
46
|
Penjualan
|
-
|
Rp. 47.208.000,00-
|
56
|
Pembelian
|
Rp. 11.948.000,00-
|
-
|
57
|
Beban Gaji
|
Rp. 6.500.000,00-
|
-
|
JUMLAH
|
Rp. 66.078.000,00-
|
Rp.
66.078.000,00-
|
Hal 5
Semoga Bermanfaat :D
Jika di copy paste ke Microsoft Word, lebih rapih.
Jika ada kesalahan mohon dimaafkan ya :D.
copas-copas....
BalasHapus